Si Cantik Jamur Pengantin

Banyak penelitian yang mulai mengulas khasiat jamur pengantin ini. Beberapa negara bahkan telah mengembangkannya sebagai tanaman obat ataupun pangan. Sayangnya, di Indonesia, ia hanya menarik bagi lalat.

Dewi Cholidatul

Sebatang jamur menyembul di sebatang pohon tumbang yang telah rapuh di Suaka Marga Satwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Kepalanya berbentuk kerucut, berwarna kecokelatan. Persis pada pangkal kepalanya menjuntai jaring-jaring halus hingga 12 cm. Ia mekar, seolah melindungi hampir seluruh batang, menyerupai gaun pegantin perempuan.

Anggota kerajaan Fungi yang satu ini menjadi pemanis di antara rerumput hijau dan dedaun cokelat yang luruh dari pohon-pohon tinggi yang menjulang. Ia bernama latin Phallus indusiatus. Namun, bentuknya yang menawan tak mampu mengundang satupun kupu-kupu atau lebah untuk mendekatinya. Hanya kumpulan lalat yang menyukai bau menusuk yang dikeluarkannya.

Anggota tumbuhan heterotrof yang tak mampu memproduksi makanannya sendiri ini sama sekali tak memiliki zat hijau dalam tubuhnya. Artinya, ia tak mampu menghasilkan makanannya sendiri, untuk regenerasi, atau bahkan bertahan hidup. Ia hanya mengandalkan lendir berbau yang ada di atas kepalanya. Fungsinya untuk menarik serangga, terutama lalat. Lalat yang hinggap dan memakan bagian ini secara tidak langsung membantu perkembangbiakan Jamur Tudung Pengantin. Spora jamur akan terbawa oleh lalat dan tersebarkan menjadi individu-individu baru.

Dapat tumbuh baik di daerah yang bersuhu sekitar 25-30 derajat celsius pada tempat-tempat lembab dan di sekitar semak-semak hingga hutan. Jamur yang mulai langka ini hanya akan bertahan hidup sampai 30 hari ke depan.

Keluarga Phallaceae ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang bersuhu sekitar 25-30 derajat celsius pada tempat-tempat lembab dan di sekitar semak-semak hingga hutan. Selain di Bukit Rimbang, flora ini akan tumbuh dengan baik di daerah tropis di berbagai belahan dunia termasuk di Kongo, Nigeria, Uganda, Zaire, Brazil, Guyana, Venezuela, Kosta Rika, Tobago, Meksiko, India, China, Jepang, Taiwan, Malaysia, hingga Indonesia.

Beberapa penelitian menyebutkan jamur yang juga dikenal dengan nama Bamboo Mushrooms ini mengandung lemak dan protein. Ia juga kaya akan kalsium, zat besi, magnesium, mangan, kalium, sodium, dan seng. “Ia juga mengandung berbagai senyawa bioaktif, dan memiliki sifat antimikroba dan antioksidan,” kata Jonathan SG, Odebode AC, dan Bawo DDS dalam World Journal of Agricultural Sciences 4.

Berbagai kandungan jamur tersebut membuat sejumlah negara seperti China dan Jepang memanfaatkannya sebagai bahan obat-obatan dan bahan makanan. Keduanya bahkan telah membudidayakan flora ini sejak 1979.

Namun sayangnya jenis jamur ini kurang dikenal di Indonesia. Meskipun kerap dijumpai tumbuh di berbagai daerah di Indonesia, namun baru sedikit yang mengenalnya. Alih-alih mengetahui manfaat jamur ini, banyak orang yang justru menganggap Jamur Tudung Pengantin ini sebagai jamur beracun.

Suaka Margasatwa yang terletak di perbatasan Riau dan Sumatera Barat ini sendiri merupakan surga bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang mulai langkah. Selain jamur tudung pegantin, tempat ini juga ditumbuhi sedikitnya 38 jenis jamur. 18 jenis diantaranya berpotensi sebagai obat, pangan dan dapat dibudidayakan.*

Leave a Reply

Top