Wisata Alternatif dan Edukatif di Bali

Kebun Raya Bedugul menjadi salah satu wisata alternatif selain wisata bahari yang telah mendunia, di Bali. 

Dewi Cholidatul

Daun Borassus flabellifer memulai dongengnya. Tentang kisah seorang Mpu Kuturan yang sedang gundah gulana. Usahanya menyelamatkan nyawa para tetangga sia-sia.

Maka ia pergi bersemedi ke Pura Dalem. Sepenuh hati ia memohon petunjuk Bhatari Durgha. Agar diberi rahasia tentang khasiat masing-masing tumbuhan yang bisa menjadi penawar racun atau obat berbagai penyakit.

Hati Dewi Durgha pun luruh. Ia menganugerahkan kekuatan niskala agar sang Mpu mampu memanggil dan bercakap-cakap dengan dengan tumbuh-tumbuhan.

Dengan bantuan pohon beringin, sebatang pohon salagui (Sida rhombifolia) memperkenalkan diri. Katanya, dagingnya bersifat sejuk, sangat berguna untuk obat bayi yang baru berumur lima hari. Sementara akarnya dapat dijadikan urap (boreh).

Perkenalan ini dilanjutkan oleh si pohon Dadap yang mengaku kulitnya dapat dipakai mengobati perut kembung bila dicampur dengan ketumbar dan sebelas biji babolong (Melalcuka laukadendrom) diisi garam hitam. Berikutnya, tak kurang dari seratus jenis tumbuhan lainnya juga memperkenalkan diri, dengan sifat dan karakteristik masing-masing, anget, tis dan dumalada. Hangat, sejuk dan sedang-sedang saja.

Kisah si Mpu Kuturan yang mampu berdialog dengan 100 jenis tumbuh-tumbuhan yang diceritakan si daun siwalan atau lontar ini terpampang di Taman Usada. Ia terpampang dalam sebuah papan Lontar Usada Taru Premana di pusat taman yang merupakan bagian dari Kebun Raya Eka Karya, Tabanan. Lontar ini salah satu satu sumber pustaka utama untuk mempelajari tumbuh-tumbuhan berkhasiat obat.

Kawasan seluas 1.600 meter persegi ini juga mengoleksi sedikitnya 300 jenis tumbuhan berkhasiat. Tumbuhan yang bunganya berwarna putih, kuning dan hijau mempunyai khasiat anget, sedangkan yang berbunga merah dan biru termasuk golongan yang berkhasiat tis atau sejuk. Bunga beraneka warna tergolong yang dumelada.

“Kalau ditinjau dari rasanya tumbuhan yang rasanya manis dan asam tergolong berkhasiat panas. Yang rasanya pahit atau pedas dan sepat termasuk berkhasiat tis,” kata salah satu petugas.

Konon, pengobatan tradisional di Bali yang dikenal sebagai usada dimulai dari tempat ini. Pengetahuan yang berasal dari India ini menyebar ke Bali seiring dengan perkembangan agama Hindu pada abad ke-5 Masehi dan diwariskan secara turun-temurun melalui lontar usada.

Taman Usada adalah salah satu spot menarik di kawasan yang lebih dikenal dengan sebutan kebun raya Bedugul ini. Selain dapat melihat berbagai jenis tanaman obat, tempat ini juga menyediakan kedai minuman yang menjual berbagai minuman dari ramuan tanaman obat, mulai dari teh Secang yang diyakini berkhasiat menurunkan panas dalam atau juga kumis kucing untuk memperlancar buang air.

Taman yang terletak di belakang Taman Anggrek ini juga dilengkapi dengan sarana pendidikan berupa papan interpretasi berisi penjelasan singkat mengenai berbagai tanaman koleksi tersebut serta fungsinya dalam pengobatan tradisional Bali.

Kebun Raya yang berjarak sekitar 2 jam dari kota Denpasar ini merupakan kebun raksasa yang memadukan penelitian botani, pelestarian tumbuhan, pendidikan dan rekreasi. Kebun Raya ini terletak di ketinggian 1250-1450 meter di atas permukaan laut dengan luas 157,5 hektar.

Saat mengunjungi kawasan ini, sebuah Patung Rahwana akan menyambut tiap pengunjung yang datang. Patung raksasa itu seolah menjadi petugas yang siap mengawasi setiap aktivitas para pengunjung.

Kebun ini juga dilengkapi dengan hutan bambu dan cyathea, tanaman jenis paku-pakuan, yang asri. Kawasan ini dilengkapi dengan papan informasi tentang peranan bambu sebagai pendukung revolusi teknologi. Di masa lalu, sang penemu lampu pijar Thomas Alva Edison menggunakan serat bambu dalam kawat yang memendarkan cahaya.

Kawasan ini juga mengoleksi berbagai jenis bambu dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka dikelompokkan di sejumlah sudut. Beberapa tempat duduk disediakan di tengah hutan dengan batang-batangnya yang melintang serta kanopi bambu yang indah.

Keelokan taman bambu dengan semilir angin dan gemersik dedaunannya semakin dipercantik dengan adabta hutan cyathea yang berjarak sekitar 10 menit dari hutan bambu. Kawasan ini memberikan sensasi lebih dingin karena jenis tetumbuhan lembab. Daun-daun berbentuk runcing seperti paku aneka jenis menyebar, asri. Koleksi tetumbuhan paku ini sekitar 2 hektar.

“Lebih dari 80 jenis tumbuhan paku menjadi koleksi yang berasal dari Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Sumatera dan Papua.”

Beberapa areal koleksi khusus lainnya adalah taman anggrek, kaktus, tumbuhan obat atau taman usadha, tumbuhan upacara adat, mawar, serta begonia.

“Khusus untuk koleksi tanaman dalam upacara keagamaan, kita sejauh ini sudah mengoleksi sebagian besar dari yang biasa digunakan oleh masyarakat, yaitu sekitar 225 jenis (tanaman). Sementara untuk diketahui, dalam berbagai upacara adat yang sehari-harinya di Bali memang bisa ditemui itu, ada sekitar 300 jenis tanaman yang biasa digunakan,” kata salah seorang pimpinan yang juga koordinator penelitian di Kebun Raya Eka Raya, Dr Bayu Adjie.

Selain itu, sembilan patung dari epos Ramayana menjadi pelengkap di kawasan ini. Mulai dari patung Rama dan Shinta, Rama memanah kijang, Sinta diculik Rahwana, Jatayu melawan Rahwana, Jatayu Gugur, Anoman Duta, Pertempuran Rahwana, Rahwana Gugur, dan Shinta Obong. Kawasan ini menjadi salah satu alternatif tempat wisata selain wisata pantai yang sudah mendunia di Bali.

Selain sebagai kawasan konservasi dan penelitian, sebagaimana layaknya kebun raya lain, kawasan ini juga hadir sebagai kawasan pendidikan, serta tempat rekreasi dan hiburan keluarga. Oleh karena itulah, kebun raya ini pun dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari guesthouse, herbarium, perpustakaan dan laboratorium, adventure park, hingga mess dan program pelatihan maupun pendidikan.

Dari tempat ini, para wisatawan bisa membeli produk pupuk bernama Kompenit (Kompos Oenambat Nitrogen). Pupuk ini diklaim memiliki tingkat penyubur sangat tinggi. Meski digunakan terutama untuk kebutuhan sendiri, sebagian di antara pupuk ini juga siap untuk dijual dalam jumlah terbatas bagi yang memerlukan.*

Leave a Reply

Top